Tuesday, March 10, 2009 1:17 PM
Dear All,
Sentolo pernah jadi Ibukota Kulon Progo sebelum bergabung dengan Adikarto. Tata letak fasilitas umum berjejer di sekitar pasar. Ada rumah sakit yang berdampingan dengan Sekolah Dasar, berseberangan dengan kantor pos, menghadap masjid, membelakangi “kanjengan” (kantor Bupati/Wedana (beberapa tahun yang lalu masih menjadi kantor kecamatan) lalu tidak jauh dari itu ada stasiun KA dan Stanplat bus yang berhadapan dengan tugu setinngi 3 meteran. Fasilitas yang baru bisa dibangun di awal orde baru adalah kantor polisi dan kemudian menyusul kantor pegadaian. Menurut orang-orang yang lebih tua dari saya, di Sentolo (Kota) pernah mempunyai alun-alun yang cukup luas, dan kolam renang yang bagus, namun kedua lokasi itu kini sudah musnah, berubah menjadi pategalan dan perumahan. Yang masih tersisa adalah rumah sakit umum yang kini statusnya turun menjadi Puskesmas. Bangunan lama peninggalan Belanda masih tersisa sedikit di sekitar pasar, yaitu tembok-tembok yang mengelilingi kantor Pos dan sedikit tersisa tembok pagar yang mengelilingi “kanjengan” yang sekian lama menjadi kantor kecamatan. Apakah tembok-tembok itu termasuk arsitektur lama? Termasuk bangunan lama adalh rumah-rumah yang dimiliki Cina-cina yang masih diperbolehkan bermukinm di wilayah kecamatan. Bangunan kuno tradisionil hanya sedikit, berupa rumah-rumah joglo yang sedikit demi sedikit juga tenggelam. Sementara bangunan lama yang ada di kuburan tampaknya juga tidak terawat karena sudah lewat beberapa generasi. Saat masih level cucu dan cicit, masih kelihatan megah, tapi kini sudah tidak ada yang memperhatikan lagi.
Salam,
SW
wisata kota tua yang harus di budidayakan
By: tari on March 28, 2009
at 6:51 am